Thursday, March 15, 2012 0 comments

Bright Star

Bright star, would I were stedfast as thou art
Not in lone splendour hung aloft the night
And watching, with eternal lids apart,
Like nature's patient, sleepless Eremite,
The moving waters at their priestlike task
Of pure ablution round earth's human shores,
Or gazing on the new soft-fallen mask
Of snow upon the mountains and the moors

No--yet still stedfast, still unchangeable,
Pillow'd upon my fair love's ripening breast,
To feel for ever its soft fall and swell,
Awake for ever in a sweet unrest,
Still, still to hear her tender-taken breath,
And so live ever--or else swoon to death. 
John Keats
it is a poem i like the most, i knew it from a movie. :D 
i hope you also know the beautiful of this bunch hard words
0 comments

Tidur Ibuku

renyah dengkur
bahana suasana
penunjuk hoyak sang siang
terkujur menelusur
tertapak tidak dalam dunia
berbalut hitam putih beralas tanpa senada
rindu
payung alunan guruh menyeka
saban diam kecil berpulang
tidak jemari pun tega
bangun menggusur
tidak, wahai sang penghuni rumahku
cermin dan guratan
hawa ini ingin berpulang juga
0 comments

The Majesty

something that make my dark path of mine bright
yes, i still can't see the end that road
but you would lead my way, accompany beside me
you show me simple thing i could never realized before
you show me with that simple thing i never could imagine before
and if i go the wrong path,
you're not afraid to hit me
or kickin my butt,
you making this big world, small enough for me to hug
and see the sea sweet enough for me to drink
you bring me a bright world
to pursue my dream :*
Monday, March 5, 2012 0 comments

For.Your.Information

Morning Tuesday, how's your day?
its me blogging in early morning just to say hello and share a word i got this morning from my mom.
its about me being lazy.
and she just gave me one bible verse,

 "Go to the ant, O sluggard, Observe her ways and be wise," 
                                                                                         Amsal 6:6


ugghh, i got knife stabbed in my heart!!
ya, i finally realized. all the bad score, unfinished homework, its all because of my lazyness.
and sometimes, we need other people to wake us from our mistake that we dont even realized it.
mom, for once, thank you,
i have realized too, i never say thank to you before
:(


Saturday, March 3, 2012 0 comments

Terusan mimpi tadi malam

Kali  ini seorang pemain sepak bola muda sebuah liga di kotaku.
rambutnya sedikit bergelombang, dengan kaca mata membingkai wajahnya
Ia berjalan sedikit terseok, awal ia menjajak di sekolah barunya.
tidak rapi. itulah pandangan semua mata. tapi kemudian ia tersenyum, dan menghentikan wajah guruku yang mulai mengerut akibat marah.
kelas ku ini kecil. bagian minoritas. tapi kelasnya melewati ruangan sempitku.
katanya itu hari pertama ia masuk. tasnya tak kelihatan bermerek, dengan sepatu hitam polos velvet.
di bahunya tersampir sebuah jaket merah, hitam, putih, model jaman sekarang.
adik kelasku tak tahan untuk terus menjerit dan melompat kegirangan disebelahku melihat lelaki baru itu berjalan mencari kelasnya. ya, dia memang terlihat tampan.
tapi kemudian, tasnya tak sengaja menyenggol kepalaku yang ia bawa menyampir.
ia meminta maaf kemudian tersenyum, tapi samar di mataku.
dia menghela napas, menegak. "maaf" katanya
aku pun mengangguk kecil, dan membalas dengan senyum kecil pula.
dan ia kembali berjalan. tapi, kemudian ia menoleh, tersenyum lagi, kali ini dengan meletakkan tasnya di punggung. aku tersenyum, supaya tidak ada korban lagi rupanya,..
Sejak hari itu, ia tertarik dengan kelasku.
hari berlanjut dengan kedatangannya bila istirahat berlangsung. dia suka kami.
kami yang minoritas. ternyata ia juga merasa bagian dari minoritas. ia tidak suka keramaian.
sungguh ramai hidupnya dengan permasalahan, tidak ingin diganggu kembali dengan teriakan histeris para perempuan yang memujanya. aku tersenyum dari balik laptopku di meja,
ia senang merapatkan punggungnya pada dinding dingin, dari panasnya cuaca. aku dan dia sudah lama saling mempunyai nomor telepon masing-masing. tapi terlalu takut untuk memulai.
saat itu, kami sama-sama mempunyai pandangan yang sama.
kami lebih suka berbicara langsung, daripada bergombal di balik layar, yang kadang menjadi pedang pembunuh perasaan paling ampuh. ketika pulang, dia bisa mengajakku untuk sekedar berkeliling.
dia bercerita tentang sepak bolanya. aku bercerita tentang puisiku.
dan ketika malam, kami mulai menutup hari dengan saling mengucapkan selamat tidur.
aku sudah mendapatkan trauma. untuk terjerumus terlalu cepat dalam sebuah hubungan. begitu pula dia, tapi kami saling bercerita tentang perasaan masing-masing. dia pun melonggar.
tapi ketika itu, dia ke kelasku saat pulang sekolah, dia terlihat berkeringat, sepertinya habis berlari atau bermain.
aku sedang membereskan mejaku. dia lalu memegang lenganku dan berkata bahwa jika ia tidak cepat-cepat ia akan kehilanganku. napasnya lalu tersengal dan batuk. aku masih terpana.
'hati-hati..' aku tertawa 'tapi aku tidak mengerti'
lalu dia tersenyum lebar dan menarikku ke pojok jendela kelasku.
ditariknya sebuah kertas lecek dari saku celananya, dan dia berdehem smbil mengepalkan tangannya.

'Jadi
Isi gelas sepenuhnya lantas kosongkan,
Tembus jelajah dunia ini dan balikkan
Peluk kecup perempuan, tinggalkan kalau merayu
Pilih kuda paling liar, pacu laju
Jangan tambatkan pada siang dan malam' 



Dia mengutip Sang Anwar, saat sore kita di taman, dia sibuk dengan cerita liganya, akupun sibuk dengan cuplikan puisi sangsi ini. ternyata pun dia menyimak.
tak sadar aku tersenyum sambil menangis. aku mengerti maksudnya.
'kenapa kau berkeringat, habis tak hujan..'
'sedetik hilang tidak akan ditemukan lagi. dan aku tak mau menyesal nantinya'
kami berdua tidak matang. masih mentah.
sedikit pengetahuan kami seperti adam dan hawa.
tapi itulah kami,
tak sadar sekelas mendengar pembicaraan kami, dan mereka pun bersorak seperti habis perang.
dia lalu dengan bangga dan senyumnya menatapku.
dan aku pun tak bisa berhenti menatapnya.

Waktu bisa berlalu, kami bisa berlari, tapi detik kami habiskan mencipta sebuah pengartian dalam hati. yang bahkan waktu tidak mampu melogika



Friday, March 2, 2012 0 comments

Mata seorang anak

.. Akhirnya ada yang datang. Pria gemuk, anaknya yang kurus, dan seekor keledai tua. Seklaipun ayah dan anak tersebu tampak sangat lelah, mereka tidak menunggang keledai, melainkan berjalan di samping binatang itu. Aneh sekali, sangat tidak masuk akal. Dengan lega mereka duduk dibawah pohon rindang dekat situ. Si anak berpaling pada ayahnya.
          'Ayah, apa salah kita? aku sangat lelah, aku hampir mati di jalan tadi'
          'Diamlah!' kata sang ayah, menjewer telinga anaknya 'Memang seperti itu keadaannya jika bepergian dengan berjalan kaki'
          'tapi kita punya keledai, yah! keledai yang kuat.'
          'Diam, kataku! bicaramu ngawur. Masa kau tidak dengar apa kata orang-orang ketika kami berdua sama-sama menunggang keledai? mereka akan berkata "Lihat orang-orang kejam itu, dua orang naik satu keledai!" apa kata orang nanti kalau ini sampai tersebar di desa?'
          'Ya, makanya ayah menyuruhku turun. Tapi, yah, setidaknya ayah kan duduk nyaman.'
          'Lalu aku mendengar orang lain berkata, "lihat pria kejam itu! Dia mengendarai keledai seperti raja sementara anaknya yang malas hampir lemas berjalan."Aku kenal pria itu, mulutnya ember. Apa kata orang nanti kalau ini sampai tersebar di desa?'
          'Itulah sebabnya ayah turun dan menyuruhku duduk di punggung keledai. tapi setidaknya aku duduk dengan nyaman'
          'Lalu belakangan? apa kata orang? "lihat bocah kurang ajar itu, duduk di keledai sementara ayahnya terseok-seok." aku tidak mau orang beranggapan anakku kurang ajar terhadap ayahnya. Apa kata orang nanti kalau ini sampai tersebar di desa?'
          'Tapi yah! kita berdua jadinya harus berjalan kaki.'
          'Diamlah anak bodoh. setidaknya sekarang tak ada mencemooh kita' Tepat pada saat itu, seorang pria dekat mereka berpaling pada temannya dan berkata,
          'Lihat orang-orang tolol itu! mereka punya keledai, tapi mereka berjalan kaki keliling desa!'
           Mendengar itu, wajah sang ayah merah padam karena malu. Si anak tersenyum. Rupanya dia memahami apa yang tidak dipahami ayahnya. Jelas, anak-anak memang mengerti.

Dongeng malam , 



                     
0 comments

Bagian Dari Samudra

                Ada ombak di laut yang bergulung-gulung menikmati hangatnya matahari dan sejuknya angin. Ombak itu tersenyum pada segala sesuatu disekelilingnya saat ia mulai bergerak menuju pantai. Lalu, tiba-tiba ombak itu sadar satu demi satu ombak-ombak lain di depannya menghantam batu-batu karang besar dengan brutal terpecah menjadi serpihan.
               'Oh,Tuhan' jerit ombak itu. 'Riwayatku akan tamat seperti mereka. Tak lama lagi aku akan pecah dan lenyap'.
               Ketika itu,ombak lain yang lewat melihat kepanikan ombak pertama dan bertanya 'Ada apa denganmu? kenapa kau sangat sedih? lihatlah betapa indahnya cuaca, pandanglah matahari, rasakanlah hembusan angin...'.
               Ombak pertama menjawab, 'masa kau tidak lihat? ombak-ombak di depan kita hancur menghantam tebing karang. Lihat, mereka lenyap dengan sangat mengerikan. Tak lama lagi kita juga akan seperti mereka'.
               'Oh, tapi kau tidak mengerti' kata ombak kedua 'kau bukan ombak, kau bagian dari samudra' ;)


Dongeng Malam ,    



- Setiap dari kita mempunyai arti bagi orang lain, hidup seperti sebuah cerita dimana kita bisa menjadi pemeran utama ataupun seorang pemeran pembantu untuk mendukung pemeran utama,  ada malam karena ada siang, ada siang karena ada malam. Tuhan melengkapi kita dengan orang lain untuk kita. -
 
;